Subscribe to Our Newsletter

  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon

Office: 500 Terry Francois Street, San Francisco, CA 94158

© 2019 by MAMAYALOLOCO.COM

Search

Apa Dampak Dari Helicopter Parenting?


Helicopter Parenting itu layaknya seperti helikopter yang terbang dan tidak jauh dari lokasi yang dipantau, seperti itulah pola asuh helicopter.


Keberadaan orang tua yang selalu dalam jangkauan anak-anak dengan tujuan dapat mengawasi dan mengikuti gerakan anak-anak bahkan ketika anak tidak dalam keadaan berbahaya.


Helicopter Parenting ini membuat orang tua bersikap overprotecting, overcontroling, overperfecting. Orang tua yang menggunakan pola asuh helikopter dapat dilihat bahkan sebelum anak-anak sekolah atau bayi. Orang tua tidak akan melepaskan anak-anak, membiarkan anak-anak mereka menyentuh orang lain, atau membiarkan anak-anak bermain Togel Singapura dengan sembarangan.


Seperti dikutip dari Agen Togel Online, memasuki usia sekolah, orang tualah yang menentukan kegiatan anak-anak, serta orang tua yang menentukan teman anak dan melakukan pekerjaan rumah anak untuk mendapatkan nilai yang bagus. Orang tua sangat peduli dengan akademik anak-anak mereka.


Dampaknya pada buah hati kita

Banyak penelitian telah meneliti pengasuhan ibu dan anak ini dan beberapa pengaruhnya terhadap perkembangan emosi dan karakter anak kita. Jika kita terlalu memperhatikan anak kita, ternyata ini akan menjadi buruk bagi anak kita. Ada beberapa efek yang biasanya terjadi pada anak-anak dengan didikan seperti:


- Emosi Kurang Teratur / Sulit Mengatur Emosi

Biasanya anak yang dirawat dengan pola asuh ini memiliki emosi yang kurang teratur atau sulit untuk mengatur emosi. Karena orang tua secara sepihak memutuskan bagaimana anak harus bertindak dan berperilaku, perasaannya kurang terkontrol karena anak juga kesulitan mengungkapkan perasaannya.


- Kesehatan Anak Bermasalah

Penelitian Universitas Negeri Florida menunjukkan bahwa anak-anak yang dirawat oleh orang tua dengan pola asuh helikopter umumnya memiliki masalah kesehatan ketika mereka dewasa. Ini karena orang tua juga mengatur seluruh jadwal anak, mulai dari tidur, makan, berolahraga, dan lain-lain.


Baca Selengkapnya : Apa Arti dan Ciri-Ciri Helicopter Parenting?


- Lebih Manja

Anak-anak dimanjakan dengan asuhan ini jika dilakukan secara berlebihan. Karena orang tua selalu mengurus semua kebutuhan anak, sehingga anak terbiasa dengan semua hal yang selalu dipersiapkan orang tua. Hasil yang didapatkan oleh anak adalah dia tidak akan siap untuk kehidupan sosial yang mengharuskannya untuk mandiri.

- Kurang Percaya Diri

Orang tua selalu menentukan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan anak. Itu mempengaruhi pemikiran anak-anak bahwa apa yang dia lakukan tidak berhasil jika tidak dengan bantuan orang tuanya. Akibatnya, anak-anak menjadi kurang percaya diri ketika mereka membuat keputusan sendiri.


- Mudah Depresi

Keinginan anak-anak yang sering ditolak oleh orang tua, dapat menyebabkan depresi pada anak. Misalnya, anak itu suka sepak bola, tetapi orang tuanya ingin dia menjadi penyanyi. Hal-hal semacam itu dapat menjadi beban jika orangtua memaksanya dengan keras dan menyebabkan depresi yang persisten.


- Kurang Terampil

Dengan asuhan ini, anak ditentukan dan masa depan ditentukan oleh orang tuanya. Semua kebutuhan dipenuhi oleh orang tuanya, mulai dari makan, pakaian, mengikat sepatu, menyiapkan buku sekolah hingga mengerjakan pekerjaan rumahnya, yang membuat anak-anak kurang berkualitas.


Bahkan sebagai orang dewasa, anak-anak akan cenderung menjadi kurang berkualitas dan selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. - Agen Togel Terpercaya

- Kurang Kreatif

Apa pun yang terlalu terbatas tentu akan membatasi kreativitas.Begitu juga yang terjadi apabila orang tua menggunakan pola asuh helikopter. Anak-anak akan malas memikirkan sesuatu di sekitar mereka atau mengambil inisiatif. Ketika anak-anak tumbuh, mereka kurang berkualitas dan kreativitas mereka cenderung lemah dibandingkan dengan teman sebayanya.


Tags : Helicopter Parenting, Ibu, Anak, Dampak, Pola Asuh